Solusi agar mampu membayar uang muka di perumahan syariah

Apakah Anda sangat mendambakan untuk memiliki hunian syariah yang penuh keberkahan? Sudah survey lokasi dan sangat cocok dengan lokasinya, namun setelah melihat price list atau daftar harga hanya bisa membatin penuh kekecewaan.dp rumah

Melihat besarnya DP atau uang muka, langsung merasa tidak berdaya dan tersungkur dalam kepasrahan. Malah hati sedikit tergoda melihat perumahan konvensional sebelah yang menawarkan kemudahan pembayaran uang muka, bahkan ada yang tanpa uang muka sama sekali.  Padahal sudah benar-benar faham bahwa jelas-jelas terdapat jebakan riba di dalamnya.

Apakah Anda pernah mengalami kondisi seperti disebutkan di atas? 🙂

Tak perlu malu untuk mengakuinya. Karena memang begitulah realita yang terjadi di sekitar.

Bahkan ada beberapa pembaca di blog Rumah Syariah Berkah ini yang email langsung ke saya dan curhat masalah uang muka yang belum terjangkau padahal hati ingin sekali memiliki rumah syariah yang tentunya bisa membawa keberkahan di dunia dan akhirat.

Mudah-mudahan artikel ini bisa membantu Anda yang saat ini mengalami kondisi dan permasalahan di atas.

Sekilas Tentang Uang Muka di Perumahan Syariah

Mayoritas di beberapa lokasi perumahan syariah saat ini menerapkan kebijakan uang muka senilai 30% dari harga kredit rumah tersebut, bukan dari harga cash atau tunai. Tentunya kebijakan ini sedikit memberatkan calon konsumen. Karena uang muka yang dikeluarkan akan menjadi lebih besar. Apalagi jika dibandingkan dengan perumahan konvensional.

 

Nah sekarang kita lihat dari sisi developer. Mengapa mayoritas developer-developer yang mengusung konsep syariah menerapkan kebijakan seperti itu?

Tentunya Anda semua sudah tahu kan bahwa untuk benar-benar menerapkan hunian yang syariah dan tanpa riba, maka developer menghindari untuk bekerja sama dengan bank? Baik itu dari segi pembangunan rumah maupun pembiayaan KPR ke konsumennya.

Artinya, developer hanya mengandalkan kekuatan modal dari internal developernya tersebut dan investor (jika ada) untuk membangun perumahan syariah tersebut. Untuk membangun sebuah rumah yang layak, kini dibutuhkan dana puluhan juta rupiah. Belum lagi infrastruktur yang harus dibuat oleh developer seperti jalan, saluran air, gerbang perumahan, atau tembok keliling. Lalu ditambah lagi dengan aspek perizinan dan legalitas yang tentunya mau tidak mau harus diurus dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit juga.

Oleh karena itulah, developer membutuhkan sumber dana lain selain dari developer dan investor. Dan tentunya sumber dana tersebut adalah dari para calon konsumen. Agar projek perumahan syariah tersebut bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun karena secara cash flow sudah aman. Perizinan dan legalitas bisa disahkan, infrastruktur di dalam perumahan bisa terbangun, dan tentunya rumah syariah penuh keberkahan bisa berdiri dengan tegak. 🙂

Nah, angka 30% itulah adalah titik aman bagi developer agar semuanya bisa berjalan dengan lancar. Jika ada developer properti syariah yang bisa meminimalkan uang muka untuk konsumennya, perlu di gali lebih jauh lagi. Darimana modal untuk membangunnya? Apakah developer tersebut punya modal kuat? Apakah developer tersebut punya investor besar yang mendukung di belakangnya?

Lanjut ke bagian ke-2 Solusi Agar Mampu Membayar Uang Muka di Perumahan Syariah

Disalin dari : http://rumahsyariahberkah.com/solusi-membayar-uang-muka-rumah-syariah/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.altporno.xyz - www.barbera.club - www.maryalice.club - www.placebookmark.xyz - www.dunlap.club - www.bestsitebookmarks.xyz - www.laverne.club/ - www.nancey.club/ - www.shirl.club/ - kuşadası escort - www.roseline.club - bandırma escort -