Liku-liku Sejarah Perjalanan Bisnis Aceh Jezz Bubur (Bubur Jagung)

Teuku Chaidil (pemilik ACEH JEZZ BURGER )  menuturkan, “25 April 1962 lahirlah saya dari seorang ibu bernama Cut Nurhayati, ayah saya bernama Teuku Adjoeran yang bekerja di kantor DOLOG. Kami mempunyai saudara kandung 9 orang dari dua ibu, ibu tiri saya bernama Siti Sofiah, saya anak ke tiga, saudara laki laki ada 5 dan saudara perempuan ada 4. Pendidikan awal dimulai dengan sekolah di TK Bayangkari Banda Aceh, SD 26 Banda Aceh, SMP 3 Banda Aceh. Pada sore hari saya belajar mengaji pada seorang ustad.bubur jagung

Baru setahun sekolah di SMP 3 Banda Aceh orang tua saya dapat promosi jabatan menjadi kepala Sub Depot logistik Lhoseumawe, dan sayapun ikut serta pindah ke Lhokseumawe. Di Lhokseumawe saya masuk SMP 1 , kemudian melanjutkan lagi SMA ADIDHARMA Banda Aceh , kemudian saya pindah ke SMA 2 Banda Aceh, kemudian pindah lagi SMA 1 Lhokseumawe. Tahun 1994 saya lulus sekolah SMA dan diterima di Fakultas Pertanian Unsyiah.

Setelah menyelesaikan Kuliah pada tahun 1991 saya mendapat pekerjaan di PT. SEMEN ANDALAS INDONESIA ( perusahaan Asing) pada departemen Public relation untuk bidang Community Development dengan masa kontrak kerja 2 tahun.

Keluar dari PT Semen Andalas pada tahun 1993 saya bekerja di CV MIRZEN pada departemen pertamanan.

Sambil bekerja di CV Mirzen saya membuka sebuah unit usaha Burger di kaki lima pada tahun 1994 di Jalan Teuku Umar Setui Banda Aceh dan kami PELOPOR BURGER di ACEH.

Ide untuk berjualan burger muncul ketika saya sedang melakukan perjalananan ke kota Medan, saat itu saya melihat banyak pedagang burger di kaki lima yang sukses.

Kemudian saya melakukan survei dan mewawancarai pedagang Burger kaki lima tentang kiat kesuksesan mereka. Dari situ mulailah timbul keberanian saya untuk berjualan Burger bersama dengan seorang karyawan saya.

Dengan bermodalkan uang Rp. 500.000 saya mulai berdagang burger dan roti bakar.

Alhamdulillah, qadarullah usaha yang saya tekuni berjalan baik, penjualan kian hari semakin meningkat terus, modal awal Rp. 500.000 dapat tertutupi pada bulan pertama.

Rata- rata penjualan perhari mencapai 100 porsi dengan omzet perhari pada bulan pertama Rp. 250.000. Omzet perhari terus bertambah, sampai pada tahun pertama omzet mencapai Rp.500.000 /hari

Pada tahun 1995 saya ikut bergabung di perusaan PT. KESAYANGAN PRAKARSA (Kontraktor dan Suplier) untuk menduduki jabatan Manager Perusahaan dengan membawahi 7 anak perusahaan.

Sambil bekerja di PT. Kesayangan Prakarsa saya pindahkan usaha saya ke kota Lhokseumawe/Aceh Utara.

Di kota Lhokseumawe tepatnya di depan radio DIPRA saya harus memulai dari nol kembali. Sehingga omzet penjualan menurun dibandingkan dengan di Banda Aceh. Dengan kepindahan ke kota Lhokseumawe saya terpaksa harus membawa rombongan karyawan saya yang di Banda Aceh, akibatnya biaya operasional tinggi, disamping itu antusias masyarakat terhadap burger dan roti bakar kurang.

Usaha di Lhokseumawe hanya berjalan satu tahun saja, usaha saya tutup dan saya mengkonsentrasikan pada pekerjaan saya.

Setelah cukup banyak pengalaman sebagai Maneger Keuangan di PT. Kesayangan Prakarsa, saya memutuskan untuk hijrah ke kota Jakarta pada tahun 1997 untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi.

Maka dengan bermodal sisa gaji yang saya terima, saya memulai melangkah ke Jakarta.

Selama dua bulan saya mengajukan permohonan kerja di beberapa perusahaan, tidak ada satupun perusahaan yang memanggil saya, maka saya putuskan untuk kembali ke Banda Aceh.

Di Banda Aceh saya sempat menganggur selama 6 bulan dengan tanpa gaji, apalagi orang tua sudah pensiun.

Kebutuhan hidup keluarga kami hanya mengandalkan pensiunan dari orang tua.

Ada timbul keinginan untuk berjualan lagi, tapi uang tidak ada dan tabungan kosong sama sekali.

Alhamdulillah pada bulan April 1998 ada teman yang mau buka usaha burger, dan dia membeli peralatan (tempat panggang burger) saya dulu dengan harga Rp 200.000.

Dengan bermodal uang Rp 200.000 inilah saya kembali bersemangat untuk berjualan agar bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Uang tersebut hanya saya gunakan untuk membeli bahan saja, sementara peralatan kerja masih layak untuk digunakan.

Saya berjualan sendiri di depan warung adik saya dekat rumah dengan pertimbangan tidak perlu sewa tempat karena keterbatasan dana serta tidak ada tambahan biaya transportasi. Setelah berjalan selama 1 bulan penjualan hanya laku 15 s/d 20 porsi saja atau sekitar Rp.70.000,per hari, maka saya putuskan untuk pindah lokasi yang lebih strategis yaitu di pinggir jalan besar yang ramai dilalui orang.

Saya dapatkan sebuah restoran teman yang masih punya tempat untuk numpang jualan yang lokasinya di Jl. Mugayatsyah dan agak jauh dari rumah. Jauhnya lokasi membuat saya harus extra kerja dengan mengayuh sepeda sejauh 6 km pulang pergi.

Sepeda inilah saya gunakan setiap hari untuk menjalankan usaha, kalau di pagi hari jam 6 pagi saya harus ke pasar dengan sepeda sejauh 8 km pulang pergi untuk membeli bahan dagangan. Di siang hari sepeda tersebut kembali saya kayuh dengan membawa barang dagangan, begitu juga ketika pulangnya dilarut malam dengan kondisi tubuh yang sudah kelelahan saya harus kembali mengayuhkan sepeda untuk bisa sampai di rumah. Semua pekerjaan saya lakukan sendiri untuk memperkecil biaya karena daya jual masih sangat rendah.

Perjalan waktu satu bulan di tempat baru hanya bisa mendongkrak penjualan 10 porsi saja yaitu antara 20 s/d 30 ( Rp 100.000 ) perharinya. Keuntungan dari penjualan hanya cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga saja.

Melihat angka penjualan yang stagnan maka saya mulai membaca literatur marketing tentang bagaimana memasarkan sebuah produk. Dengan izin Allah dari situ mulai terbuka pikiran saya betapa pentingnya marketing dalam menjalankan sebuah usaha.

Perubahan drastis mulai saya lakukan, pertama saya melakukan perubahan kualitas burger yang lebih baik, kedua menata outlet yang lebih indah, ketiga menjaga kebersihan outlet, keempat menciptakan kehangatan hubungan dengan pelanggan dengan bersikap ramah, kelima mempercepat kerja. Setelah lima langkah tersebut mampu saya lakukan dengan baik maka mulailah saya mengemas sebuah publikasi yang unik.

Publikasi yang saya lakukan adalah dengan membuat sebuah potongan papan triplek ukuran 60 x 15 cm dengan tulisan JEZZ BURGER pada baris atas dan tulisan JL. MUGAYATSAH 8 dengan perpaduan warna yang sangat kontras dan indah. Media iklan tersebut saya tempelkan pada pohon di sepanjang jalan di wilayah kota Banda Aceh. Sehingga kemanapun orang akan pergi pasti melihat papan iklan tersebut.

Alhamdulillah metoda tersebut berhasil sehingga angka penjualan meningkat antara 50 s/d 70 porsi ( Rp 200.000 ) di bulan kedua. Dengan adanya peningkatan penjualan saya mulai menambah karyawan yaitu adik saya sendiri. Angka penjualan terus meningkat dari hari ke hari sampai 100 porsi perharinya pada bulan ke 8, dan lagi lagi saya harus menambah seorang karyawan lagi untuk membantu operasional.

Dengan angka penjualan 100 porsi ( Rp. 300.000) per hari sudah cukup untuk membiayai keluarga dan sedikit menyimpan tabungan.

Saat penjualan mulai membaik datang seorang teman untuk meminta bantuan mengelola usahanya, untuk menduduki jabatan sebagai Maneger operasional di perusahan PT. ZEIN BERSAUDARA ( Distribution & Suplier ).

Alhamdulillah dimasa penjualan sudah mulai membaik ALLAH mempertemukan dengan seorang gadis cantik tamatan perguruan tinggi IAIN Ar-Raniri Banda aceh bernama CUT RABIATUN ADAWIYAH. Perkawinan saya tergolong lambat, usia saya saat itu 37 tahun dan istri saya 27 tahun, tapi saya percaya kepada Allah bahwa inilah waktu yang terbaik bagi saya untuk berumah tangga. Seluruh biaya perkawinan saya dibiayai oleh orang tua saya karena tabungan saya belum mencukupinya

Setelah usaha berjalan satu tahun saya mendapat tawaran dari teman kuliah untuk menyambung sewa toko yang belum habis masa sewa. Kesempatan inipun tidak saya sia-siakan, apalagi masa sewa dibayar sebulan sekali setelah saya menggunakannya.

Untuk memulai jualan di toko akan banyak pengeluaran membeli peralatan sebuah restoran, sementara tabungan saya tidak cukup dan saya coba berkonsultasi dengan istri. Alhamdulillah istri dengan senang hati menjual 10 mayam mas kawin yang saya berikan untuk membantu membeli peralatan restoran atau cafe.

Restoran itu kami beri nama JEZZ CAFE di Jalan Teuku Umar Banda Aceh. Pada awal 1999 kami mulai berjualn dengan format CAFE TERBUKA. Format cafe model ini belum ada saat itu sehingga ini menjadi daya tarik bagi kawula muda Banda Aceh.

Kami mulai menambahkan menu baru yaitu PISANG BAKAR KEJU. Sedangkan untuk katagori minuman kami menyediakan segala jenis jus, minuman botol, ES TELER dan MILKSHAKE.

Dengan format cafe yang kami tawarkan ternyata memberi dampak yang sangat baik bagi usaha kami. Saya mulai menambah lagi karyawan dan menggantikan sepeda dengan sepeda motor untuk operasional saya. Angka penjualan terus meningkat, saya telah mampu mempekerjakan 10 orang karyawan. Omset penjualan telah mencapai 1.500.000 per hari dengan penjualan 300 porsi burger dan roti ditambah penjualan minuman)

Kabar gembira muncul lagi dengan lahirnya anak kami yang pertama yang kami beri nama ABDURRAHMAN AL-MANSYOER yang menjadi amanah bagi kami untuk mendidiknya.

Toko yang tadinya kami sewa per bulan kini kami sewa pertahun dengan nilai kontrak 4 juta. Setelah waktu dua tahun menempati toko tersebut dimana pengunjung tidak tertampung lagi maka kami putuskan untuk menyewa toko yang di sebelahnya lagi dengan kapasitas pengunjung 160 orang, dan kami mulai menambah karyawan lagi menjadi 25 orang, Kami pun menambah menu-menu baru lagi seperti :

KENTANG GORENG, CREP, TOATS, OMELET, sedangkan untuk minuman kami menambah beberapa jenis seperti ICE CREAM, PUNCH, FLUTE.

Suasana toko saya tata sedimikian rupa dengan desain  yang menarik, pengunjung semakin ramai, setiap sore cafe dipenuhi sesak oleh kawula muda, sehingga jalanan dibuat macet tiap sorenya. Target pasar saya saat itu memang kawula muda, ALHAMDULILLAH penjualan terus meningkat .

Ramainya pengunjung yang datang ke JEZZ CAFÉ membuat perusaan Rokok A Mild ikut mempromosikan produknya di Cafe. Kerjasamapun ditandatangani dan A Mild mempunyai hak eklusif untuk beriklan di Cafe, seluruh cafe dipenuhi oleh materi iklan A Mild.

Hak eklusif lainnya yang di dapat, mereka bisa menyelenggarakan LIVE Musik serta mendatangkan artis ibukota.

Saat itu JEZZ CAFÉ benar benar menjadi TRADE MARK bagi kawula muda Banda Aceh untuk kongko-kongko sore dan malam.

Dari hasil penjualan burger saya sudah bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membantu seluruh anggota keluarga, dan saya juga sudah bisa membiayai perkawinan adik adik saya dan sudah bisa menyimpan tabungan.

Selama kurun waktu lima tahun saya sendiri selalu terjun langsung di warung untuk mengatur semua operasionalnya.

Disamping itu saya juga berusaha untuk dapat mengikuti kajian agama di pesantren.

Selama waktu tiga bulan saya belajar ilmu agama saya merasakan ada sesuatu yang kurang berkenan dengan apa yang saya dapati.

Saya mulai berdoa pada Allah “ YA ALLAH JIKA ADA TEMPAT LAIN YANG MEMBUAT SAYA BENAR BENAR TENTRAM, MAKA PERTEMUKANLAH SAYA DENGAN MEREKA “.

Alhamdulillah doa saya di kabulkan oleh ALLAH dan saya diketemukan dengan sebuah jamaah pengajian yang bermanhaj AHLUL SUNAH WAL JAMAAH yang murni mengambil dalil dari Al-Qur’an dan hadist yang shahih.

Dari situlah saya mulai mendapat hidayah dari Allah untuk tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan hadist dalam menyikapi setiap permasalahan hidup yang saya hadapi .

Saya mulai berkonsultasi dengan Ustad untuk menayakan status usaha saya dipandang dari sudut syariat islam.

Maka beberapa perubahan dratis mulai saya lakukan, walau resiko yang akan saya hadapi sangat besar. Saya harus istiqamah dan percaya bahwa “BARANG SIAPA YANG MEMBELA AGAMA ALLAH MAKA ALLAH AKAN MEMUDAHKAN SEGALA URUSANNYA”

Bersambung ke tulisan kedua Liku-liku Sejarah Perjalanan Bisnis Aceh Jezz Bubur (Bubur Jagung)

=====================================

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.altporno.xyz - www.barbera.club - www.maryalice.club - www.placebookmark.xyz - www.dunlap.club - www.bestsitebookmarks.xyz - www.laverne.club/ - www.nancey.club/ - www.shirl.club/ - kuşadası escort - www.roseline.club - bandırma escort -