Liku-liku Sejarah Perjalanan Bisnis Aceh Jezz Bubur (Bubur Jagung) – Tulisan Sebelumnya

Perubahan yang saya lakukan yaitu:

  1. Menutup warung pada waktu shalat.
  2. Tidak lagi menjual rokok.
  3. Tidak lagi menyelenggarakan live musik.
  4. Sedangkan menyedikan makan di tempat dan tidak adanya karyawan wanita belum saya berlakukan.

Dengan perubahan yang begitu drastis saya mulai menuai cemoohan dari pelanggan dan teman teman.

Gaya saya yang biayanya gaya anak gaul saya rubah menjadi gaya islami. Diantara cemoohan yang sangat berbekas sampai saat ini adalah ;

Pertama, “ Emang lu aja yang beragama islam, belagu amat lu.”

Kedua, asal ketemu teman saya dipanggil embeek ( menirukan suara kambing, karena saya berjenggot) dan banyak lagi cemoohan yang saya terima, saya tetap bersabar karena ini adalah ujian.

Banyaknya perubahan drastis yang saya lakukan membuat kawula muda mulai menjauh dari cafe kami, saya sadar mereka adalah kawula muda yang tidak mau digurui seperti itu, apalagi Cafe mulai bermunculan . Angka penjualanpun turun drastis, dari bulan ke bulan. Kalau sebelum saya berlakukan sistim dagang menurut syariat, saya bisa memperoleh keuntungan satu bulan mencapai 25 juta, maka ketika saya berlakukan peraturan seperti itu saya hanya memperoleh keuntungan cuma 2, 5 juta per bulan, tapi saya merasa senang karena itu lebih barokah.

Di saat saya mulai mengenal sunnah, kami dianugerahi anak kedua yang bernama Abdullah Al-Mansyoer.

Qadarullah tahun 2004 Banda Aceh di landa tunami, beberapa bagian bangunan saya hancur terkena gempa.

Satu bulan pertama setelah tsunami kita bisa berdagang, masyarakat terkonsentrasi untuk membantu korban tsunami.

Masa satu bulan membuat tabungan habis untuk keperluan dimasa tanggap darurat. Saya mengambil keputusan untuk tidak lagi melanjutkan usaha saya karena dua hal yang belum saya berlakukan tadi akan menjadi kurang barokah.

Bulan bulan berikutnya saya sama sekali tidak ada penghasilan dan hanya berharap bantuan dari orang tua dan saudara saudara, apalagi masa itu saya masih terlalu shok dengan Tsunami.

Setelah masa tenang terlalui saya mulai berpikir untuk bisa menghasilkan uang, kami sekeluarga sepakat untuk jualan “Nasi Gurih”. Kamipun mulai kerja keras lagi, ternyata usaha dagang nasi sangat menyita waktu dan hampir tidak ada waktu yang tersisa siang dan malam. Usaha ini hanya bertahan 1 bulan dan kamipun memutuskan untuk berhenti dagang nasi karena seluruh karyawan terlalu lelah.

Pada bulan April 2005,kami sepakat bersama istri untuk hijrah ke Jakarta untuk berdagang burger dan roti bakar. Langkah kamipun saat itu mulai tertuju ke Jakarta. Dengan bermodal hasil jualan nasi sebulan dan bantuan dari orang tua serta pinjaman saudara, saya membuka usaha di wilayah Lebak Bulus.dapur bubur jagung

Penjualan nyaris tidak laku, malah lebih sering tidak laku sama sekali. Tabungan terus terkuras, untuk biaya hidup saja kami tidak dapat terpenuhi, lagi lagi kami meminta tambahan pinjaman dari saudara. Selama kurun waktu tujuh bulan penjualan benar benar nihil dan utangpun terus bertambah, kami hidup penuh dalam keprihatinan, malah beberapa waktu tidak satupun yang bisa dimakan lagi karena sisa uang sudah habis sama sekali.

Selanjutnya kami berkonsultasi dengan istri dan kamipun sepakat untuk kembali ke kampung halaman.

Uang untuk ongkos kembali tidak ada, kami berinisiatif untuk mengover kontrak toko, alhamdulillah ada yang mau. Uang yang kami peroleh digunakan untuk membeli tiket pesawat, tetapi untuk mengangkut seluruh peralatan kerja tidak ada, maka kamipun meminta tambahan pinjaman dana dari saudara sehingga total pinjaman sudah mencapai 40 juta.

Setiba di Banda Aceh pada bulan 12 tahun 2005 kami hidup dari nol kembali. Dengan kebaikan adik ipar yang meminjamkan dana sebesar 15 juta kami merenovasi kamar untuk disewakan kepada tamu dari luar Aceh dan luar negeri yang membantu rehabilitas area Tsunami.

Untuk mengisi perabot kamar kami mengutang Rp 10 juta di toko perabotan.

Alhamdulillah usaha dapat berjalan, dan keuntungan hanya cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari saja sementara utang belum bisa tertutupi.

Usaha sewa kamar hanya bisa bertahan selama satu tahun, tabungan sama sekali tidak ada. Dalam kondisi seperti ini kami mencoba lagi untuk kembali berjualan burger.

Penjualan dimulai dari berjualan di depan warung kakak ipar, selama tiga bulan tidak ada perkembangan sama sekali. Kemudian kami memutuskan untuk pindah ke kampus Unsyiah dekat fakultas ekonomi, tempat ini juga tidak mendongkrak penjualan. Selama tiga bulan kami bisa bertahan dan lagi-lagi kami harus kembali ke Neusu dekat rumah. Tapi ternyata penjualan burgerpun tidak mampu membiayai kebutuhan hari hari.

Peminat burger tidak mengalami peningkatan, sehingga kami tidak bisa mempekerjakan karyawan, semuanya ditangani sendiri. Istri dalam kondisi hamil harus bekerja extra siang dan malam tanpa ada pembantu, sementara saya pagi ke pasar siang sampai malam berjualan.

Akhir tahun 2006, dalam usia kandungan kehamilan sembilan bulan kami berkonsultasi dengan dokter kandungan tentang kondisi istri, secara fisik istri memang ukuran kehamilannya sangat besar. Dokter mengambil kesimpulan untuk operasi, biaya operasi 8 juta, sementara kami tidak punya uang sama sekali, qadarullah dengan kebaikan dokter, kami diberi bayar dulu sebesar uang yang kami punya. Anak ketiga yang lahir kami beri nama AISYAH AL-MANSYOER

Dari kunjungan saudara dan rekan rekan kami mendapatkan uang 3 juta, uang tersebut kami gunakan untuk menbayar biaya kelahiran, sedangkan sisa 5 juta kami berhutang lagi.

Qadarullah pada saat saya mendampingi Ustad mengisi ceramah di Meuredu Aceh Pidie, di tempat tersebut saya melihat ada pedagang BUBUR KANJI RUMBI ( bubur tradisional Aceh ) yang banyak peminatnya. Saya menjadi tertarik untuk mencoba berdagang bubur kanji rumbi. Pada awal bulan 7 tahun 2007, setelah berkonsultasi dengan istri dan ibu tiri saya kami sepakat untuk menambah menu dagangan. Alhamdulillah penjualan bubur kanji ada peminatnya, selanjutnya kami menambah jenis bubur tradisional aceh yaitu BUBUR IE BU PEUDAH.

Tapi penjualan tetap saja hanya sekedar dapat memenuhi kebutuhan sehari hari.

Pada bulan 10 tahun 2007 warung yang kami tempati di sewa sama orang lain, kami tidak punya tempat lagi untuk berdagang, dan kamipun pindah lokasi di depan warung nasi goreng DAUS.

Ditempat baru inipun penjualan tidak mengalami kenaikan, malah menurun. Dalam kondisi seperti ini suami adik saya meminjamkan uang sebesar 20 juta untuk menyewa sebuah toko di Jalan Teuku Umar Setui Banda Aceh, sehingga total utang kami mencapai 90 juta.

Akhir tahun 2007 kami mulai menempati tempat baru di pinggir jalan utama, ternyata penjualannya tidak mengalami kenaikan sama sekali.

Waktu sudah berjalan tiga bulan.

Qadarullah sore itu istri saya minta ikut ke pasar untuk belanja bahan jualan, kami singgah di warung langganan saya.

Di warung tersebut istri saya melihat beras ketan hitam dan membelinya untuk dibuat bubur ketan hitam. Setelah bubur dimasak, alhamdulillah rasanya sangat enak, saya sempat memberikan kepada karyawan saya, kami merekomendasi bubur yang dibuat istri untuk dijual.

Dengan penuh keberanian kami sepakat untuk coba menjual bubur ketan hitam fan bubur kacang hijau. Satu minggu sebelum penjualan kami telah pasang spanduk di depan warung dengan tulisan “SEGERA HADIR BUBUR KETAN HITAM DAN KACANG HIJAU”.

Antusias pengunjung ternyata baik dan banyak menanyakan kapan kami jualan.

Tepat saat launching kedua bubur tersebut hanya dalam hitungan satu jam bubur terjual habis, keesokannya kami menambah porsi dan buburpun terjual habis, begitu seterusnya. Penjualan terus mengalami peningkatan

Pada bulan pertama penjualan mencapai 100 porsi, bulan kedua 150 porsi, bulan ketiga 200 porsi, bulan ke empat 250 porsi, bulan kelima 300 porsi.

Jenis buburpun kami tambah dengan bubur sumsum, bubur ayam dan bubur sagu.

Alhamdulillah pada bulan ke enam saya sudah bisa melunasi seluruh hutang saya sejumlah 90 juta.

Satu tahun setelah menjual aneka bubur (2008) kami menciptakan inovasi baru dengan menghadirkan BUBUR JAGUNG, alhamdulillah peminat BUBUR JAGUNG sangat banyak peminatnya .

Untuk operasional pengangkutan bubur saya masih menggunakan becak barang, dan baru pada tahun kedua (2009) saya sudah bisa membeli kendaraan baru secara kontan untuk kenderaan operasional serta merenovasi rumah.

Alhamdulillah usaha terus mengalami peningkatan sampai pada tahun ke tiga.

Pada tahun 2010 kami sepakat bersama istri untuk kembali ke Jakarta dengan membuka cabang baru.

Kehidupan baru di Depok mulai kami jalani, selama satu bulan saya mensurvei kompetitor dan area penjualan, akhirnya pilihan kami jatuh di kota Depok, dengan pertimbangan biaya sewa masih tergolong murah ( 50 % ) dibandingkan dengan Jakarta, disamping itu juga lokasinya yang dekat dengan rumah.

Dengan bermodal Rp 300 juta kami membuka outlet di Depok. Outlet kami tata sedemikian rupa dengan corak warna yang menyolok dan indah. Untuk desain background kami serahkan ahli desain, sedangkan pola tata ruang saya sendiri yang desain.

Untuk menarik minat pembeli maka saya buat texline :

“ BUBUR JAGUNG…..JANGAN BELI NANTI BISA KETAGIHAN” .

Untuk menjaga kulitas terbaik dari bubur yang kami produksi maka kami hanya menggunakan bahan yang terbaik baik import maupun lokal.

Proses pengolahan tanpa menggunakan bahan penyedap, tanpa pengawet, tanpa pewarna, tanpa pemanis buatan serta di produksi dengan memakai air mineral.

Konsep penjualan murni mengikuti syar’i diantaranya ;

1. Sumber dana yang kami gunakan tidak memakai dana BANK, untuk menghindari riba.

2. Warung tidak menyediakan tempat duduk agar tidak bercampurnya laki laki dan perempuan yang bukan muhrim dalam satu meja.

3. Setiap waktu shalat warung ditutup untuk sementara, mengikat hukum shalat berjamaah ke mesjid bagi laki-laki adalah wajib.

4. Karyawan menggunakan pakaian muslim.

5. Promosi produk kami lakukan lewat koran, jejaring social Facebook ( Aceh jezz bubur ) dan twitter (bubur_jagung) disamping itu juga kami promo di KASKUS (UNIK…bubur jagung yang enggak bisa dibeli ).

Promo demikian ternyata ampuh, penjualan kami pun di bulan bulan pertama sudah mencapai 100 porsi / hari, semua bubur kami hargai Rp. 15.000.

Untuk Outlet Depok kami menambah 2 jenis bubur baru yaitu BUBUR KETAN SAUS DURIAN dan BUBUR JALI. Penjualan terus meningkat mencapai 200 porsi pada bulan ketiga.

Tingginya daya jual dan sistim take a way serta tutupnya warung serta model jualan secara syariat menarik minat media televisi dan media cetak untuk mengexsposenya.

Kadarullah Stasion Televisi pertama yang meliput usaha bubur dari TRANS TV ( ACARA JELANG SIANG) berdampak sangat positif, sehingga hasil penjualan kami pada bulan ketiga sudah mencapi 300 porsi per hari.

Pada tahun 2011 kami kembali membuka cabang baru di CIBUBUR, di cibubur penjualan pada bulan pertama juga sudah mencapai 100 porsi.

Sekarang usaha sudah berjalan hampir lima tahun, total penjualan untuk ketiga wilayah sudah mencapai 1000 porsi dengan omset 15 juta perhari.

Alhamdulillah dengan hasil penjualan saya sudah bisa Umroh dua kali serta ikut mengumrohkan ketiga orang tua saya.

Sampai saat ini sudah 10 station Televisi meliput profil bubur jagung dan banyak juga dari media cetak maupun online yang meliputnya.

Qadarullah dengan banyaknya liputan dari media televisi dan cetak serta situs online membuat bubur jagung sudah mencapai BRAND IMAGE yang merupakan salah satu target kami.

Alhamdulillah hampir setiap hari kami mendapat tilpon dari masyarakat untuk bisa ikut bermitra (FRANCHISE), sekarang kami lagi mempersiapkan proses perizinan waralaba.

Penting kami informasikan bahwa apa yang menjadi alur cerita perjalanan bisnis kami ini semata mata karena banyaknya permintaan dari media televisi dan cetak untuk mendapat informasi detil seluruh perjalan usaha kami dan latar belakan kehidupan dari keluarga kami.

Cerita yang kami sampaikan ini sedikitpun tidak ada maksud untuk menyombongkan diri, tapi hanya sebagai ibrah dan sharing bagi pelanggan setia serta masyarakat pada umumnya, yang terpenting dari kisah ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa SEBUAH USAHA HARUS DI TEMPUH DENGAN PENUH PERJUANGAN DAN KESABARAN.

Perlu juga saya garis bawahi bahwa keberhasilan perjalan bisnis saya semata mata karena kehendak Allah…. Tiada daya dan upaya kecuali atas izin Allah.

Bagi yang ingin punya rencana bermintra dengan kami dengan sistim FRANCHISE, maka kami ingin menyampaikan pesan bahwa:

KAMI TIDAK PERNAH MEMBERI JAMINAN KE PADA ANDA BAHWA ANDA AKAN MERAUP UNTUNG JIKA MENGGUNAKAN MEREK DAGANG ACEH JEZZ BUBUR.

Urusan rezeki adalah HAK ALLAH, ALLAH-lah yang menentukannya. Kita tidak pernah tau apa yang terjadi besok, tugas kita hanya bekerja keras dengan penuh kesabaran dan mohon doa pada Allah.

Penghargaan:

1. Pemateri CHEM ENTERPRENEUR DI KAMPUS UNIVERSITAS INDONESIA
2. Pemateri Talk show Kewirausahaan di Fakultas Pertanian, kampus  UNSYIAH Banda aceh.

 

Produk:

1. BUBUR JAGUNG, BUBUR KETAN SAUS DURIAN (sementara hanya ada di depok),
2. BUBUR SAGU, BUBUR KACANG HIJAU, BUBUR KETAN HITAM, BUBUR SUMSUM, BUBUR AYAM, BUBUR KANJI RUMBI ( sementara hanya ada di Banda aceh

Email         : acehjezzbubur@ymail.com
Telepon      : +620811155199
Situs Web   : http://www.bisnisbubur.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.altporno.xyz - www.barbera.club - www.maryalice.club - www.placebookmark.xyz - www.dunlap.club - www.bestsitebookmarks.xyz - www.laverne.club/ - www.nancey.club/ - www.shirl.club/ - kuşadası escort - www.roseline.club - bandırma escort -