4 Hal Yang Perlu Disiapkan Sebelum Membeli Properti Syariah

Properti Syariah memang sedang naik akhir-akhir ini. Sebelum Antum membeli atau berinvestasi di properti syariah, ada baiknya memperhatikan hal-hal berikut ini :

1. Niat

Ya, Antum harus meluruskan niat terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli properti syariah. Apa niat antum membeli properti syariah? Niatkan untuk ibadah menggapai ridha Allah Subahanhu Wa Ta’ala, yaitu dengan meninggalkan sistem riba di dalam kepemilikan rumah. InsyaAllah rumah antum dipenuhi dengan keberkahan yang mendatangkan ketenangan dan kenyamanan bagi para penghuninya…

2. Beli di mana?

Properti Syariah sedang booming, tak sedikit developer properti konvensional yang hijrah ke sistem syariah. Namun terkadang hijrahnya belum utuh, pemahamannya masih belum lengkap mengenai sistem syariah sehingga memungkinkan ada cacat syariah dalam akad-akadnya. Untuk itu antum harus memastikan produk rumah yang antum beli harus clean and clear dari sisi legal hukum dan developernya harus profesional yaitu amanah dan pasti bangun-insyaAllah-.

Tentunya sulit mencari developer mana dan siapa saja yang sesuai kriteria tersebut. Iya kan? Nah, kini dengan hadirnya Rumah Syariah Indonesia sebagai Agency Property Syariah No. 1 di Indonesia, antum tak perlu khawatir dan bingung lagi. Beli saja lewat kami, insyaAllah semua produk perumahan yang Rumah Syariah Indonesia jualkan sudah melalui tahapan verifikasi yang ketat dari tim Verifikasi Rumah Syariah Indonesia. Semua itu kami lakukan agar kita terhindar dari saling menzhalimi, penjual dan pembeli sama-sama merasa nyaman dan ridha atas transaksi yang dilakukan.

3. DP (Down Payment)

Properti Syariah DP nya mahal.

DP nya besar banget.

DP nya ketinggian.dp rumah

Ga sanggup DP nya.

Mungkin itu sebagian besar yang sering kita dengar dari calon konsumen peminat rumah syariah saat mengetahui besaran DP yang harus disiapkan manakala ingin mencicil perumahan syariah. DP 30% sejatinya adalah ukuran umum dalam dunia perkreditan properti. Ini adalah standar yang  biasa ada juga di kpr konvensional, untuk mengukur sejauh mana kemampuan calon konsumen mengelola keuangannya.

Toh, DP besar kan meringankan cicilan karena mengurangi harga total utang sisanya kan. Jika belum ada untuk DP, mungkin antum ada baiknya menabung dulu, tak apalah menunda, mengontrak dulu, daripada ngeriba yang dosanya ngeRIBAnget..iye kan? Ingat jika kita sudah niat untuk menghindari riba, insyaAllah ada saja jalan yang akan meringankan atau memudahkan kita. Allah Maha Kaya, Allah Maha Tahu, Allah Maha Pemurah dan Allah Maha Penyayang, kuatkan do’a, perbanyak sodaqoh..insyaAllah do’a antum mendapatkan rumah tanpa riba segera dikabulkan…Semoga Allah mudahkan urusan kaum muslimin dalam memiliki hunian tanpa riba.

4. Cicilan

Jika antum membeli properti syariah dengan mencicil atau kpr syariah tanpa bank, tanpa riba, tanpa denda, tanpa sita, dan tanpa akad bermasalah, harus menyiapkan pula besaran cicilan yang antum sanggupi per bulannya. Walau developer tidak mengenakan denda, sita atau penalty, tetapi alangkah baiknya kalau kita menepati komitmen yang telah disepakati.

Cicilannya ga bisa lebih lama lagi ya, 20 tahun atau 25 tahun gitu?uang muka

Bukankah makin cepat lunas makin baik, kita tak terbebani hutang, ya kan…Tapi bagaimana kalo nunggak, ga sanggup nyicil lagi? Tenang…semua sudah ada dalam akad yang nanti antum akan baca dan pelajari dulu sebelum antum tandatangan, yang tentunya sesuai kaidah dasar syariat tidak saling menzhalimi. Semua sudah ada solusinya atau jalan kelaur yang sesuai dengan syariat, tidak akan menzalimi dan terzalimi.

Yakinlah, Allah Subahanahu Wa Ta’ala akan meringankan selama kita yang berhutang mempunyai tekad kuat untuk -bila mungkin- segera melunasi hutang. InsyaAllah..Allah mudahkan urusan antum dan urusan kita semua dalam menghindari riba dalam properti.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *