Kuasai Product Knowledge Properti Anda

Inilah salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap tenaga marketing, penguasaan terhadap product knowledge.properti

Dengan penguasaan product knowledge yang baik maka tenaga marketing akan sanggup bicara dan mempromosikan produk dengan lancar dan percaya diri. Oleh karena itu tenaga marketing harus dilatih terus menerus untuk menguasai product knowledge ini. Continue reading “Kuasai Product Knowledge Properti Anda”

Apa itu PPJB, PJB dan AJB?

Dalam proses jual beli benda-benda tetap seperti tanah, rumah, apartemen appjbtaupun property lainnya sering kita mendengar istilah Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), Pengikatan Jual Beli (PJB), Akta Jual Beli (AJB).

Kesemua istilah tersebut adalah cara peralihan hak atas tanah dan bangunan. Perbedaan masing-masing istilah tersebut adalah terletak pada proses dan bentuk perbuatan hukumnya. Continue reading “Apa itu PPJB, PJB dan AJB?”

Denda Bayar Kontrakan itu Riba?

Denda Bayar Kontrakan itu Riba?

Apakah denda telat bayar kontrakan termasuk riba? karena ada denda…

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Dibolehkan ada kesepakatan denda keterlambatan, selama akad yang dilakukan bukan utang piutang.

Untuk semua transaksi pascabayar, dimana konsumen menggunakan dulu, baru bayar seusai pemakaian, termasuk jual beli kredit. Objek diterima konsumen, baru dibayar belakangan. Ini berlaku, baik untuk objek barang maupun jasa.

Dan dalam akad kredit, jika konsumen dibebani kenaikan harga, karena tidak bisa membayar tepat pada saat jatuh tempo, maka termasuk bentuk riba. Bahkan termasuk salah satu diantara bentuk riba jahiliyah.

Qatadah – ulama tabiin –, seperti yang disebutkan al-Hafidz Ibnu Hajar, beliau menjelaskan riba jahiliyah dalam jual beli kredit, yang harganya bertambah ketika tidak bisa dilunasi ketika jatuh tempo,

إِنَّ رِبَا أَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَبِيع الرَّجُل الْبَيْع إِلَى أَجَل مُسَمَّى , فَإِذَا حَلَّ الْأَجَل وَلَمْ يَكُنْ عِنْد صَاحِبه قَضَاءٌ ، زَادَ وَأَخَّرَ عَنْهُ

“Bentuk riba jahiliyah, si A menjual barang kepada si B secara kredit sampai batas tertentu. Ketika tiba jatuh tempo, sementara si B tidak bisa melunasi, harga barang dinaikkan dan waktu pelunasan ditunda.” (Fathul Bari, 4/313).

Dalam salah satu qarar Majma’ al-Fiqh al-Islami pada muktamarnya ke-12 di Riyadh th. 1421 H, membahas tentang as-Syarthul Jaza’i (ketentuan adanya denda bagi pihak menyalahi kesepakatan), menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya,

يجوز أن يشترط الشرط الجزائي في جميع العقود المالية ما عدا العقود التي يكون الالتزام الأصلي فيها دينًا ؛ فإن هذا من الربا الصريح

Boleh menetapkan ketentuan ada denda dalam semua akad terkait harta, selain akad yang tanggung jawab aslinya berbasis transaksi utang piutang. Karena ini jelas ribanya. (keputusan no. 4)

Denda Telat Bayar Kontrakan

Ada 2 kasus dalam hal ini yang bentuknya berbeda,

Kasus pertama, si A tinggal di rumah kontrakan milik, kemudian di akhir tahun si A baru bayar senilai 10jt (misalnya). Pada saat si A menggunakan rumah itu selama setahun, yang terjadi si A memiliki utang kepada si B senilai 10jt. Jika si B menetapkan adanya denda karena keterlambatan ini, berarti si B mengambil manfaat dari utang 10jt yang harus dibayarkan si A. Dan semua bentuk mengambil manfaat dari utang adalah riba..

Sahabat Fudhalah bin Ubaid radhiallahu ‘anhu mengatakan,

كل قرض جر منفعة فهو ربا

“Setiap piutang yang memberikan keuntungan maka (keuntungan) itu adalah riba.”

Kasus kedua, si A tinggal di kontrakan milik si B dengan membayar di depan untuk rentang selama setahun. Misalnya, sampai bulan desember. Namun sampai masuk tahun kedua, si A tidak kunjung meninggalkan kontrakan sampai bulan maret, bolehkah si B meminta denda?

Yang terjadi pada kasus kedua ini bukan utang piutang. Tetapi sewa dengan kelebihan dari waktu yang disepakati. Dan Sewa-menyewa (Ijarah) didefinisikan dengan

عقد على المنافع بعوض

“Akad jual beli jasa atau manfaat suatu benda.” (Fiqh Sunah, 3/177)

Si A telah mendapat manfaat dari rumah itu selama 3 bulan. Karena itu, si B mempunyai hak untuk menarik bayaran dari si A, karena telah menggunakan rumahnya selama 3 bulan. Dan ini bukan riba.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
Disalin dari https://konsultasisyariah.com/29472-denda-keterlambatan-bayar-kontrakan-itu-riba.html

Pinjam Motor, Kembali Bensin Isi Penuh, Riba?

Motor Kembali, Bensin Isi Penuh. Ini Riba?riba pinjam motor

Ada ilustrasi berikut:

Contoh riba yg ‘kadang’ tidak kita sadari:

“Om, pinjem motornya ya…” tanya Pardi

“Ya, itu ambil aja sendiri di garasi, kuncinya ini, tapi nanti bensinnya diisi penuh ya.” Jawab Om Hadi.

Ribanya adalah tambahan pengembalian pinjaman berupa bensin.

Apa ini benar?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Mengambil keuntungan sekecil apapun dari transaksi utang piutang, dilarang dalam islam. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Fudhalah bin Ubaid radhiyallahu ‘anhu,

كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً فَهُوَ رِبًا

“Semua utang yang menghasilkan manfaat statusnya riba” (HR. al-Baihaqi dengan sanadnya dalam al-Kubro)

Termasuk diantarannya tambahan yang dipersyaratkan ketika pelunasan utang.

Sahabat Abdullah bin Sallam radhiyallahu ‘anhu pernah menyampaikan nasehat kepada Abu Burdah, yang ketika itu baru tiba di Iraq. Dan di sana ada tradisi, siapa yang berutang maka ketika melunasi, dia harus membawa sekeranjang hadiah.

إِنَّكَ فِى أَرْضٍ الرِّبَا فِيهَا فَاشٍ وَإِنَّ مِنْ أَبْوَابِ الرِّبَا أَنَّ أَحَدَكُمْ يَقْرِضُ الْقَرْضَ إِلَى أَجْلٍ فَإِذَا بَلَغَ أَتَاهُ بِهِ وَبِسَلَّةٍ فِيهَا هَدِيَّةٌ فَاتَّقِ تِلْكَ السَّلَّةَ وَمَا فِيهَا

“Saat ini kamu berada di daerah yang riba di sana tersebar luas. Diantara pintu riba adalah jika kita memberikan utang kepada orang lain sampai waktu tertentu, jika jatuh tempo tiba, orang yang berhutang membayarkan cicilan dan membawa sekeranjang berisi buah-buahan sebagai hadiah. Hati-hatilah dengan keranjang tersebut dan isinya.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Kubro).

Namun larangan hadiah ketika pelunasan ini berlaku apabila transaksinya utang-piutang. Dan diantara konsekuensi dalam transaksi utang piutang (al-Qardh) adalah terjadinya perpindahan hak milik terhadap objek utang, dari pemberi utang ke penerima utang.

Berbeda dengan akad pinjam-meminjam (al-Ariyah), objek yang dipinjamkan tidak mengalami perpindahan kepemilikan. Sehingga peminjam tidak memiliki hak apapun terhadap barang itu, selain hak guna sementara, selama izin yang diberikan pihak yang meminjamkan.

Jika anda utang motor, maka anda berhak memiliki motor itu. Selanjutnya bisa anda jual, anda sewakan atau digadaikan untuk utang.

Lain halnya jika anda pinjam motor, lalu anda jual, anda atau sewakan atau digadaikan untuk utang, anda akan disebut orang yang tidak amanah. Karena motor ini bukan motor anda, tapi motor kawan anda. Anda hanya punya hak guna pakai selama masih diizinkan.

Karena itulah, benda habis pakai, hanya mungkin dilakukan akad utang. Meskipun ketika akad menyebutnya pinjam, namun hukumnya utang. Misalnya, makanan, uang, atau benda habis pakai lainnya.

As-Samarqandi dalam Tuhfatul Fuqaha’ mengatakan,

كل ما لا يمكن الانتفاع به إلا باستهلاكه، فهو قرض حقيقة، ولكن يسمى عارية مجازا، لانه لما رضي بالانتفاع به باستهلاكه ببدل، كان تمليكا له ببدل

Semua benda yang tidak mungkin bisa dimanfaatkan kecuali dengan menghabiskannya, maka hakekatnya hanya bisa diutangkan. Namun bisa disebut pinjam sebagai penggunaan majaz. Karena ketika pemilik merelakan untuk menggunakan barang itu melalui cara dihabiskan dengan mengganti, berarti terjadi perpindahan hak milik dengan mengganti. (Tuhfatul Fuqaha’, 3/178)

Al-Kasani menjelasakan dengan menyebutkan beberapa contoh,

وعلى هذا تخرج إعارة الدراهم والدنانير أنها تكون قرضا لا إعارة ; لأن الإعارة لما كانت تمليك المنفعة أو إباحة المنفعة على اختلاف الأصلين , ولا يمكن الانتفاع إلا باستهلاكها , ولا سبيل إلى ذلك إلا بالتصرف في العين لا في المنفعة

Berdasarkan penjelasan ini dipahami bahwa meminjamkan dinar atau dirham, statusnya adalah utang dan bukan pinjam meminjam. Karena pinjam-meminjam hanya untuk benda yang bisa diberikan dalam bentuk perpindahan manfaat (hak pakai). Sementara dinar dirham tidak mungkin dimanfaatkan kecuali dengan dihabiskan. Tidak ada cara lain untuk itu, selain meghabiskan bendanya bukan mengambil hak gunanya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan,

لو استعار حليا ليتجمل به صح ; لأنه يمكن الانتفاع به من غير استهلاك بالتجمل… وكذا إعارة كل ما لا يمكن الانتفاع به إلا باستهلاكه كالمكيلات والموزونات , يكون قرضا لا إعارة لما ذكرنا أن محل حكم الإعارة المنفعة لا بالعين

Jika ada yang meminjam perhiasan untuk dandan, statusnya sah sebagai pinjaman. Karena perhiasan mungkin dimanfaatkan tanpa harus dihabiskan ketika dandan… sementara meminjamkan benda yang tidak mungkin bisa dimanfaatkan kecuali dengan dihabiskan, seperti bahan makanan yang ditakar atau ditimbang, statusnya utang bukan pinjam meminjam, sesuai apa yang kami sebutkan sebelumnya bahwa posisi pinjam meminjam hanya hak guna, bukan menghabiskan bendanya. (Bada’I as-Shana’I, 8/374)

Pinjam Motor, Bukan Utang Motor

Karena itulah, ketika akadnya pinjam motor, lalu dikembalikan dalam waktu yang ditentukan dengan kondisi barang yang sama, tidak bisa disebut utang motor.

Sehingga ketika pengembalian dipenuhi bensinnya, bukan termasuk tambahan atas utang, sehingga tidak ada kaitannya dengan riba…

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

5 Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Penjualan

5 Strategi Pemasaran

Berikut adalah 5 strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan:

  1. Kenalilah Pelanggan Andastrategi pemasaran‘Pelanggan adalah Raja’ Istilah tersebut memang benar, sang Raja sangat senang apabila dilayani dengan baik. Dia bahagia jika para pelayannya tahu apa yang dia inginkan. Terlebih lagi, jika sang Raja belum mengutarakan keinginannya, para pelayan sudah menyediakannya. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita bisa memberikan pelayanan baik? Kenalilah Pelanggan Anda. Lihatlah para pelayan Raja yang sangat cermat dalam memperhatikan tingkah laku sang Raja. Mereka tahu ciri-ciri Raja jika mengantuk, gelagat Raja jika dia lapar, dan sebagainya, sehingga dia bisa melayani berdasarkan data hasil pengamatannya dan menghasilkan pelayanan yang lebih akrab. Begitulah seharusnya seorang pengusaha, mereka harus mampu membaca profil para pelanggan mereka. Kemudian memberikan pelayanan yang sesuai dengan profil mereka masing-masing. Percayalah, pelanggan Anda akan jauh lebih loyal pada Anda.
  2. Pilih Lokasi Yang StrategisFaktor penting dalam strategi pemasaran lainnya adalah masalah pemilihan tempat. Anda perhatikan outlet atau toko roti Holland Bakery selalu berada di jalan yang sibuk di mana traffic lalu lalang orang sangat tinggi. Itu merupakan strategi mereka dalam membidik pelanggan potensial. Maka, usahakan untuk memilih lokasi yang tepat, strategis, agar kesempatan bisnis Anda untuk dapat diakses oleh pelanggan lebih terbuka.
  3. Menggunakan Internet MarketingSalah satu strategi pemasaran yang sedang gencar dilakukan ialah internet marketing. Dengan menampilkan produk usaha anda pada situs jejaring sosial, maka anda dapat mengetahui bagaimana selera konsumen dan apa yang mereka butuhkan. Semakin hari aktivitas jual beli melalui online shop semakin marak dilakukan. Para konsumen cenderung ingin berbelanja dalam ruang yang lebih privat dan terhindar dari keramaian. Internet membuka pintu yang lebar bagi anda untuk berinovasi. Anda dapat menampilkan produk usaha anda pada website, blog, facebook, dan situs lainnya, dengan memasang foto-foto yang sekiranya dapat menarik konsumen. Dengan menggunakan internet marketing, anda juga dapat berinteraksi secara langsung dengan konsumen tanpa dibatasi ruang dan waktu dengan kenyamanan-kenyamanan tersendiri kepada pelanggan.
  4. Lakukanlah PromosiDalam rangka pengenalan produk bisa juga dilakukan secara aktif dan kontinyu sebuah perusahaan turut berpartisipasi dalam Event-Event Pameran dan Eksebisi diseluruh Wilayah Indonesia dengan tujuan kegiatan ini terbukti dapat meningkatkan kepercayaan dan keyakinan masyarakat terhadap eksistensi perusahhan itu sendiri. Lakukanlah promosi secara rutin walaupun sekecil – kecil promosi karena dengan promosilah jualan akan terjadi dengan cara-cara kreatif sehingga para pelanggan tidak merasa bosan. Misalnya, setiap kali bepergian, bawalah brosur, pamflet, atau leaflet berisi produk bisnis Anda untuk dibagikan kepada rekan-rekan, atau Anda dapat menyebarkan brosur tersebut di tempat umum. Dengan berbagai usaha tersebut, dengan sendirinya Anda akan menemukan pelanggan yang membutuhkan produk yang Anda tawarkan. Jangan lupakan pula kehebatan word-of-mouth publicity, kekuatan promosi dari mulut ke mulut ini memang ajaib karena dapat menyebar dan menjaring pelanggan hingga berlipat-lipat. Oleh karena itu, siapkan diri Anda untuk membuat pelanggan lebih nyaman berbisnis dengan Anda. Pelanggan yang merasa puas dengan produk Anda akan menjadi pelanggan loyal yang dapat menarik pelanggan baru. Dengan promosi pulalah pelanggan akan tahu kewujudan anda walaupun anda baru atau lokasi kedai anda agak tersorok.
  5. Menjalin Hubungan Dengan PelangganDi era teknologi sekarang ini, dimana pelanggan tidak lagi hanya berhubungan dengan perusahaan tetapi juga dengan sesama pelanggan lainnya. Seorang Pelanggan yang kecewa bisa dengan mudah mengungkapkan rasa kecewanya melalui tulisan di blog ataupun melalui social media yang tentu saja akan cepat tersebar dan dilihat oleh pelanggan dan calon pelanggan lainnya, hal ini tentunya sangat merugikan perusahaan. Image baik yang sudah melekat selama bertahun-tahun di sebuah perusahaan mungkin saja bisa tiba-tiba menjadi sangat buruk karena dirusak oleh hal-hal yang mungkin dianggap sepele perusahaan. Oleh karena itu, biasanya beberapa perusahaan besar menjadikan hal ini sebagai prioritas utama. Maka, buatlah database pelanggan, masukkan data-data penting beserta kemajuan yang telah dicapai, hubungi mereka secara berkala dengarkan dan perhatikan kebutuhan pelanggan, dan informasikan pelanggan mengenai promo produk yang sedang berjalan serta berikan support yang terbaik. Menjalin hubungan yang baik dengan konsumen merupakan kunci terakhir yang harus anda pegang untuk mencapai kesuksesan dalam berbisnis.

Kini, dengan ketatnya persaingan pasar saat ini, Anda harus dapat memenangkan pasar dengan strategi marketing yang tepat dan juga ide yang inovatif.

“Hal paling sulit adalah ketika memutuskan untuk bertindak, sisanya hanyalah keuletan. Ketakutan adalah harimau kertas. Anda bisa melakukan apa saja jika memutuskan untuk melakukannya. Anda yang bertindak untuk mengubah dan mengendalikan hidup Anda sendiri”

“Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan hebat adalah CINTAI apa yang anda LAKUKAN’”

Disalin dari http://zahiraccounting.com/id/blog/5-strategi-pemasaran-untuk-meningkatkan-penjualan/

Biaya Pembatalan Transaksi Jasa

Biaya Pembatalan Transaksi Jasa

transaksi batal

Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ustadz, apakah halal mensyaratkan biaya pembatalan pada transaksi jasa? Misalnya tidak dikenakan biaya jika pembatalan 14 hari sebelumnya. Dikenakan biaya 50% dari nilai transaksi jika pembatalan 7 hari sebelumnya. Dikenakan biaya 100% dari nilai transaksi jika pembatalan pada hari transaksi.

Jazakumullah khairan.

Dari: Muhammad Andry

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh.

Boleh, karena jual beli jasa adalah akad yang mengikat, jadi mensyaratkan tidak bisa dibatalkan juga boleh. Walaupun memaafkan itu lebih baik.

من اقال مسلما بيعته اقال الله عثرته يوم القيامة

Barangsiapa memaafkan pembatalan suatu transaksi jual beli seorang muslim, niscaya kelak pada hari kiamat Allah memaafkan kesalahannya.”

Wassalamu’alaikum

Dijawab oleh DR. Muhammad Arifin Baderi (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

5 Hal Yang Penting Dilakukan Sebelum Membeli Perabotan Rumah

perabotan rumahSetelah mendapatkan rumah baru, kini saatnya memilih perabot yang sesuai dengan kapasitas dan konsep desain rumah. Melihat pilihannya yang beragam tersebar di sejumlah toko furnitur, terkadang membuat Anda kesulitan menemukan unit yang tepat. Untuk itu, Anda akan memerlukan persiapan sebelum membeli perabot rumah. Dilansir dari Okezone.com, berikut ini lima hal penting sebelum berburu perabotan yang cocok dengan rumah dan budget!

  1. Lakukan riset lebih dari dua tempat
    Anda bisa mengunjungi beberapa toko perabotan rumah tangga, baik yang ada di dalam mall ataupun secara online. Lakukan perbandingan terhadap beberapa model, harga dan kualitas yang ditawarkan oleh berbagai tempat agar Anda mengetahui mana yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
  1. Persiapkan dana yang dibutuhkan
    Setelah Anda menentukan lokasi toko yang tepat untuk membeli perabotan, persiapkan dana yang dibutuhkan. Selain menggunakan dana yang sudah dipersiapkan, Anda juga dapat pertimbangkan untuk menggunakan kartu kredit. Beberapa kartu kredit memiliki promo yang menarik dan bisa memberikan fasilitas cicilan hingga 0 persen.
  1. Perhatikan kualitas!
    Dalam membeli perabot, utamakan kualitas barang. Ketahanan perabot merupakan hal yang penting. lebih baik Anda mengeluarkan sedikit lebih banyak uang untuk perabot dengan kualitas lebih baik yang tahan lama, dibandingkan dengan membeli perabot dengan kualitas buruk dengan harga lebih murah.
  1. Kemudahan perawatan
    Pertimbangkan kemudahan dalam merawat perabot yang akan dibeli. Anda harus mengetahui dengan pasti bagaimana cara perawatannya. Perhatikan juga jumlah daya listrik yang dibutuhkan dan kerumitan perawatan lainnya.
  1. Garansi adalah hal penting
    Setiap memilih perabot rumah, pastikan Anda mendapatkan garansi untuk setiap item. Karena hal ini bisa menghemat pengeluaran Anda di masa yang akan datang. Semakin besar dan lama garansi yang diberikan, maka semakin baik. Perhatikan juga lokasi service center terdekat dengan lokasi rumah Anda.

Memilih perabot memang terlihat sederhana, tetapi hal-hal di atas perlu Anda perhatikan dalam membeli perabotan rumah tangga yang sesuai dengan kebutuhan. Selamat berbelanja!

Hukum Sita Paksa Barang Atas Pelunasan Utang

Sita Paksa Barang atas Pelunasan Utangsita paksa

Pertanyaan:

Assallaamu’alaikum.

Mohon bertanya. Teman sekantor saya berutang dan menunggak hingga kurang lebih 2 tahun. Padahal saat berutang janji dibayar dalam tempo 1 bulan. Setiap gajian saya tagih selalu saja ada alasannya untuk tidak bisa melunasi. Padahal selama itu pula sering membeli barang yang bisa dibilang mewah dan seringkali nilai barang tersebut melampaui jumlah utang yang harus ia bayarkan.

Apa yang sebaiknya saya lakukan agar utang tersebut dibayar namun silaturrahim tetap terjaga?

Apakah saya memiliki hak untuk menyita secara paksa, sebagai jaminan atas pelunasan utangnya?

Bagaimana pandangan syar’i atas hal ini?

Jazakumullah khair atas jawabannya.

Dari: Drie

Jawaban:

Wa’alaikumussalam

Anda bisa minta agunan untuk janji pelunasannya jika saat jatuh tempo tiba dan dia belum juga melunasi, maka Anda ajak dia untuk menjual barang tersebut bersama Anda lalu uang hasil penjualan dipakai untuk melunasi. Jika masih ada sisa, maka sisanya dikembalikan kepadanya.

Dijawab oleh Ustadz Aris Munandar, M.PI (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

Kode Unik Ketika Transfer, Riba kah?

Kode Unik ketika Transfer, Riba?kode unik saat transfer

Ketika kita membayar sesuatu via transfer bank, misalnya nilai 500rb, kita diminta transfer 500.023. apakah ini dibolehkan? Krn jadinya ada kelebihan. Apakah tidak termasuk riba?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Ada 2 transaksi yang dikontraskan oleh Allah dalam al-Quran,

[1] Transaksi jual beli

[2] Transaksi riba

Allah berfirman,

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba… (QS. al-Baqarah: 275)

Secara umum perbedaan keduanya, pada transaksi jual beli bergerak pada domain penyediaan barang atau jasa. Selama ada barang dan jasa yang dipertukarkan, hampir semua akadnya adalah jual beli.

Sementara riba lebih bergerak pada domain alat tukar dan uang. Transaksi yang dilakukan adalah uang ditukar dengan uang, menghasilakan uang. Orang memberikan utang uang kepada orang lain, dan nanti akan diserahkan dalam bentuk uang dengan ada kelebihan.

Dalam transaksi jual beli, islam mengizinkan pemilik barang untuk mengambil keuntungan sesuai yang dia inginkan, selama tidak mengganggu pasar dan tidak mendzalimi konsumen.

Diantara dalilnya adalah hadis dari Urwah al-Bariqi beliau menceritakan,

دَفَعَ إِلَىَّ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- دِينَارًا لأَشْتَرِىَ لَهُ شَاةً فَاشْتَرَيْتُ لَهُ شَاتَيْنِ فَبِعْتُ إِحْدَاهُمَا بِدِينَارٍ وَجِئْتُ بِالشَّاةِ وَالدِّينَارِ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم-.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerahkan uang sebesar 1 dinar kepadaku untuk dibelikan seekor kambing. Kemudian uang itu saya belikan 2 ekor kambing. Tidak berselang lama, saya menjual salah satunya seharga 1 dinar. Kemudian saya bawa kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seekor kambing dan uang 1 dinar.

Kemuduian akupun menceritakan kejadian itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau mendoakan,

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِى صَفْقَةِ يَمِينِكَ

Semoga Allah memberkahimu dalam transaksi yang dilakukan tanganmu. (HR. Turmudzi 1304, Daruquthni 2861, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth)

Juga dinyatakan dalam hadis dari Abdullah Zubair radhiyallahu ‘anhuma,  beliau menceritakan,

وَكَانَ الزُّبَيْرُ اشْتَرَى الْغَابَةَ بِسَبْعِينَ وَمِائَةِ أَلْفٍ ، فَبَاعَهَا عَبْدُ اللَّهِ بِأَلْفِ أَلْفٍ وَسِتِّمِائَةِ أَلْفٍ

Zubair pernah membeli tanah hutan seharga 170.000, kemudian tanah itu dijual oleh putranya, Abdullah bin Zubair seharga 1.600.000. (HR. Bukhari 3129).

Hadis ini diletakkan al-Bukhari dalam kitab shahihnya di Bab, “keberkahan harta orang yang berperang.”

Berdasarkan acuan ini, dalam transaksi jual beli, penjual punya kebebasan untuk menjual barangnya sesuai dengan harga yang dia inginkan. Termasuk memberi tambahan kode transfer yang berbeda untuk masing-masing konsumennya.

Misalnya, harga barang terpampang 500rb… ketika proses belanja, konsumen A diminta transfer 500.011, konsumen kedua diminta transfer 500.013, dst….

Yang terjadi, ini bukan akad utang piutang. Tapi pada saat konsumen hendak beli, harga dinaikkan penjual, sesuai dengan kepentingan dia, dalam bentuk kode transfer. Dan itu penawaran dari penjual. Jika pembeli setuju, kode itu sekaligus menjadi tambahan harga bagi dia.

Sebaliknya, untuk riba, sekecil apapun nilainya, hukumnya terlarang.

Ka’ab al-Ahbar pernah mengatakan,

دِرْهَمُ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةٍ وَثَلاَثِينَ زَنْيَةً

Satu dirham riba yang dimakan seseorang, sementara dia tahu, lebih buruk dari pada 36 kali berzina.[1] (HR. Ahmad 21957, dan ad-Daruquthni 2880)

Karena itu, hindari tambahan apapun atas permintaan pemberi utang. Bisa jadi tambahan yang sangat kecil ini adalah riba. Pada prakteknya, ada 2 yang banyak terjadi di masyarakat,

[1] Si A memberi utang ke si B senilai tertentu, dan pembayarannya via transfer bank.

[2] Si A menjual barang secara kredit kepada si B, dan pembayarannya via transfer bank.

Untuk dua kasus ini, tidak diperkenankan memberikan tambahan kode unik transfer. Misal, nilai utang 1jt, tapi minta ditransfer 1.000.025. jadi ada tambahan Rp 25. Hindari tambahan semacam ini…

Bagaimana solusinya?

Jika tetap butuh kode unik, anda bila lakukan pengurangan. Misal, utang 1jt, minta ditransfer 1jt – Rp 25 = Rp 999.975. insyaaAllah ini lebih aman. Sekalipun kurang dari nilai utang, tapi anda bersih dari semua yang mengkhawatirkan…

Allahu a’lam.

Keterangan:

[1] Hadis ini diriwayatkan secara marfu’ dari Abdullah bin Handzalah. Namun sanadnya dhaif, sebagaimana keterangan Syuaib al-Arnauth. Dan yang benar, ini pernyataan Ka’ab al-Ahbar. Seorang mantan yahudi, yang ketemu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun masuk islam di zaman Abu Bakr as-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. 

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

RESIGN DARI BANK RIBA, KEMBALI KE POIN NOL

RESIGN DARI BANK RIBA, KEMBALI KE POIN NOL

Assalamu’alaykum Warahmatullahbank Wabarakatuh

Bismillahirrahmanirrahim..

أشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمدا رسول الله

Panggil saja saya Adi, 25 tahun, ex pegawai sebuah Bank Swasta.

Saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya yang Subhanallah saya sendiri tidak menyangka akan terjadi kepada saya. Saya lulus dari kuliah tepatnya pada bulan April 2014. Begitu lulus, saya menjadi jobseeker, ya, seperti lulusan kampus pada umumnya, mencari kerja dan mendapatkan pekerjaan yang mapan adalah mimpi semua lulusan – lulusan baru. Semangat menggebu-gebu, kerja dimana saja, yang penting KERJA, DIGAJI, KEREEEN.

Tibalah 4 bulan setelah hari kelulusan, melalui beberapa tahapan rekrutmen, saya diterima kerja! MasyaAllah… Orang tua saya sangat senang, akhirnya perjuangan selama ini membuahkan hasil..

— Sedikit cerita, orang tua saya termasuk biasa-biasa saja, keduanya bukan pegawai suatu perusahaan apa lagi pengusaha sukses … perjuangan beliau sangat keras sekali sampai bisa menyekolahkan saya dan kakak saya sampai ke jenjang Sarjana. Berliku-liku jalan sudah kami sekeluarga lalui. Masalah demi masalah, solusi demi solusi.–

Kembali ke poin diterima kerja – ALHAMDULILLAH saya sudah kerja dii…. BANK XXX XXXX …. sebagai MT dengan ikatan dinas 5 tahun. Gak saya pikir, langsung saya terima, senang sekali, apalagi gajinya GUEDEEEE (untuk ukuran saya). Mantap poll, kerja pake dasi, sepatu mengkilap, di dalam kantor, apalagi kalo sudah dapat name tag, dan ditanyain tetangga, teman, saudara, “kerja di mana?”, “di Bank XXX XXXX”, ya walaupun belum terkenal banget, tapi setidaknya ada embel-embel Bank lain di namanya. Wuiiiih kinclong.

Dan Qodarullah, saya termasuk golongan orang yang meng”iya”kan “pacaran” ( semoga Allah mengampuni dosa saya, dan teman-teman semua yang masih pacaran, dan insyaAllah saya akan segera menghalalkannya, doakan 🙂 ). Semakin bangga dong saya sebagai laki-laki, LULUS LANGSUNG KERJA, di BANK pula. Kerja di Bank bahkan menjadi cita-cita saya sejak SMA, karena kemiskinan ilmu agama saya.

AWAL HIDAYAH MENYAPA

Waktu demi waktu berjalan, hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Di dalam masa itu, saya merasakan suatu perasaan yang sangat mengganggu, mungkin fitrah kita sebagai manusia yang akan selalu menentang keburukan dan menerima kebaikan. Tapi saya belum tau, apa itu. Ketika di tempatkan di Cabang, saya pernah diajak untuk menagih hutang nasabah, hingga melihat betapa nasabah itu sangat tertekan, pernah melihat istri nasabah menangis, mendatangi nasabah yang rumahnya akan dilelang, dan melihat anak-anaknya yang tidak tau apa-apa terlihat bingung, bahkan sampai menandai bahwa rumah ini berada di bawah pengawasan Bank. Fitrah sebagai manusia tidak bisa berbohong, ada yang salah dengan pekerjaan ini.

Selama saya kerja, tidak pernah saya bisa menabung, setiap saya tabung, pasti terpakai untuk kebutuhan yang benar-benar tidak bisa saya sangka. Hingga tibalah pada Ramadhan tahun 2016, saya mendapatkan hidayah.. Subhanallah, ketika itu saya sudah di Jakarta, menempati kos ber-AC dan Wifi dengan teman saya. Hingga pada hari ke-6 atau 7 puasa, saya tidak sengaja menonton kajian di Youtube, waktu itu yang menyampaikan adalah Ustadz Khalid Basalamah Hafidzahullah. Video sesi tanya jawab mengenai RIBA! Jedug! Hati saya bingung, buka gak ya kajiannya, akhirnya saya buka. Saat mendengar pemaparan beliau rasanya seperti sedang di atas ring tinju dan menjadi sosok yang sedang kalah, digebuki sana – sini, kanan kiri berkali-kali sampai KO. Semenjak itu saya selalu berfikir dan berfikir. Bagaimana saya bisa keluar, sementara saya masih ada ikatan dinas 3 tahun lagi. Saat itu saya belum diangkat sebagai pegawai tetap, masih trainee lah. Sambil merenung, di bulan ramadhan itu, saya genjot ibadah saya, selalu sholat berjamaah, di awal waktu, mengaji hingga khatam, berdoa, dzikir, dan ikut kajian-kajian secara online maupun langsung.

Selepas Ramadhan, tepatnya Bulan Agustus, saya diangkat menjadi pegawai tetap. Namun, semakin lama, tekad saya malah justru semakin kuat. TAUHID, itu lah kunci tekad saya. Bergantung hanya kepada Allah Azza Wa Jalla, Allah Maha Kaya, Rozzaq (Pemberi Rezeki yang tidak pernah berhenti).

Allah bahkan mengirim SATU ORANG yang begitu istiqomah belajar agama dan mendorong saya untuk keluar dari Bank RIBA. Teman saya itu beda kantor namun dalam satu gedung, saya tidak pernah kenal dan tau. Dan ternyata dia juga baru pindah belum ada sebulan semenjak saya sadar Riba! MasyaAllah, ini bukan kebetulan, tetapi sudah ditakdirkan oleh Allah.

RESIGN DARI BANK

Alhamdulillah, bulan Oktober saya mengajukan resign, saat itu saya buat 3 surat : surat resign, permohonan keringanan denda, dan pernyataan. Bahkan sebelum saya buat surat itu, saya beranikan diri saya untuk menghadap kepada salah satu Direktur saya! Ya, Direktur! Entah kenapa saya begitu berani menghadap ke Direktur saya dan berkata saya ingin keluar dari sini karena kerja di Bank ternyata Riba! — Tapi, bukannya saya tidak tahu alasan kenapa saya berani, karena kita disuruh hanya takut hanya kepada Allah! Sang Pencipta Kita, yang berkehendak atas segala sesuatu yang ada di Dunia ini — .Pada prosesnya ternyata Direktur saya tersebut sebenarnya sadar bahwa kerja di Bank adalah haram, beliau juga menyampaikan keinginannya untuk keluar. Tapi mungkin tekad beliau dengan jabatannya yang sudah sangat tinggi itu belum siap (Semoga beliau segera meninggalkan Bank Riba dan diberi kesehatan serta kesempatan untuk bertobat sebelum ajal menjemput).

Singkat cerita, keinginan saya sepertinya tidak bisa dibantu oleh Direktur saya tersebut, dan akhirnya saya sampaikan kepada Kepala Bagian saya, Kepada Kepala Divisi saya dan terakhir kepada Kepala Divisi SDM. Kecuali kepala bagian saya, selainnya tidak sepakat dengan alasan saya keluar, dengan dalih kerja di Bank Haram itu masih “diperdebatkan”. La Haw la Wala Quwwata Illa Billah… Semoga Allah memberi hidayah kepada beliau-beliau. Namun, tetap saya ajukan surat tersebut. Hari demi hari saya tunggu tidak ada jawaban dari manajemen atas keinginan saya tersebut. Selama menunggu itu pula, kabar saya ingin resign karena alasan riba sudah menyebar di seluruh bagian di Gedung Bank tempat saya bekerja. Saya yang terlihat tampak lebih rajin beribadah, dan saya mulai memanjangkan jenggot, dan sebagainya, menjadi bahan olok-olok teman satu kantor saya. Bahkan saya sampai dikatain jangan-jangan ikut ISIS lo ya! …. Bahkan, lebih parah lagi, setiap saya mengobrol dengan teman saya, saya dikira sedang memanas-manasi teman yang lain untuk keluar dari Bank, karena Riba, seolah-olah setiap saya ngobrol dengan orang lain, bahasan saya hanya seputar RIBA, Semoga segera disadarkan yang telah berbuat seperti itu. Padahal saya justru dengan lebih banyak belajar agama, saya lebih banyak senyum ke banyak orang, berusaha sabar ke semua orang, berusaha menjadi lebih baik, tapi semua itu sudah tertutup dengan image lain yang mereka buat sendiri. Seolah-olah saya adalah ancaman. Dan memang saya pun merasa mulai dijauhi oleh teman-teman di kantor saya sendiri, walaupun tidak semua, tapi saya merasa mereka menjadi lebih menjaga jarak dengan saya.

IJAZAH DITAHAN DIKENAI DENDA PULA

Singkat cerita, puncaknya bulan November akhir, saya mendengar kabar dari orang jika permohonan saya ditolak, tetap harus bayar denda dulu baru bisa keluar. Seketika itu, saya sangat kecewa, dan saya benar-benar sudah tidak sanggup lagi untuk dapat melanjutkan pekerjaan ini yang setiap hari membicarakan bunga, lelang, gugatan (saya ditempatkan di Bagian Hukum), dan lain-lain. Selang beberapa hari setelah itu, saya memutuskan untuk “mangkir”, dengan harapan saya akan dipecat sehingga saya bisa mendapatkan Surat Keputusan Pengunduran Diri. Saya tidak menuntut apa-apa dari perusahaan, silahkan perusahaan tidak kasih saya pesangon dan hak saya lainnya. Saya sudah ada itikad baik dengan mengajukan surat dan menunggu hingga satu bulan lebih. Tapi yang jelas saya punya keyakinan bahwa Rezeki tidak datang hanya dari Ijazah saya, Ijazah hanya selembar kertas, tapi Iman kepada Allah akan kita bawa sampai kita di akhirat kelak. Saya berpamitan pada beberapa rekan yang saya anggap dekat dengan saya melalui pesan, Alhamdulillah ada juga yang menanggapi positif dan minta didoakan pula.

Saya keluar dari Bank, tanpa punya tabungan, entah saya juga heran kemana uang yang begitu banyak itu selama ini. Mungkin ini cara Allah menghilangkan keberkahan dari sebuah rezeki yang diperoleh dengan cara Bathil.

HIKMAH DIBALIK KEJADIAN INI

Banyak hikmah dari semua yang saya alami :

  1. Saya diberitahu oleh Allah apa itu Riba melalui ujian yang berat. Namun saya berfikir lebih baik saya diuji di dunia ini daripada saya di azab di Akhirat kelak!
  1. Saya pernah memohon kepada Allah, untuk diberi petunjuk agar saya dapat belajar islam secara lebih mendalam, karena waktu itu saya termasuk orang yang berfikir yang penting hidup itu sholat, puasa, ngaji jarang2 aja gak apa2. Setelah bertahun-tahun bahkan berbelas-belas tahun, doa saya dikabulkan. Tidak pernah saya lebih semangat daripada saat saya mendatangi majelis ketika saya berada dalam ujian yang berat. Dan Alhamdulillah saya diberi pandangan ilmu ibadah sunnah dan riba yang sangat banyak.
  1. Saya mohon juga kepada Allah untuk diganti teman-teman (kenalan) yang lebih banyak dan satu misi dengan saya mengenai Riba dan Semangat belajar Ilmu Agama dengan saya. Alhamdulillah saya ditunjukkan tanpa sengaja (takdir Allah), bergabung dengan komunitas yang bergerak di dakwah anti riba, bisnis anti riba, teman-teman ex bankir yang sudah tobat Riba. Dan saya masuk di dalam beberapa Group belajar Tauhid maupun Group sharing ilmu agama yang sangat bermanfaat untuk saya.
  1. Alhamdulillah selama saya menjalani masa-masa menjelang keluar, ada beberapa teman yang juga ingin keluar dengan alasan yang sama dengan saya. Dan Alhamdulillah beberapa diantara nya sekarang sudah keluar.
  1. Alhamdulillah, sekarang saya sudah diberi nikmat rezeki yang lebih menenangkan jiwa, sedikit tapi berkah lebih baik. Ada juga Rezeki iman, rezeki harta, rezeki kehidupan, dan masih banyak lagi.

Semoga sedikit cerita saya mampu memotivasi teman-teman yang lainnya. Dan doakan semoga saya tetap istiqomah menjalani kehidupan ini dengan iman dan rezeki yang halal serta berkah.

Wassalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh.

Note : Saya kena denda 100 juta dan kemarin sudah dikurangi dengan hak yang sebenarnya saya harus dapat, jadi masih 98 juta. Ijazah tetap tidak bisa kembali.

===================================================

Tulisan dari seorang ex bankir dengan sedikit editing tanpa mengubah makna asli kisah nyata ini. Sekarang beliau sudah diterima kerja di sebuah Perusahaan di Semarang setelah 4 bulan resign dari Bank.