Kiat-kiat Memasarkan Properti yang Efektif (1/2)

jual properti
credit http://www.sbpuneproperties.com/wp-content/uploads/2015/09/pro_mngt2.jpg

Memasarkan properti memang tak semudah yang dibayangkan. Terkadang properti yang baik pun sulit dijual, lantaran strategi marketing yang kurang tepat pada sasaran yang sebenarnya.  Strategi promosi yang sudah dijalankan tentunya menjadi dasar dari program promosi Utama seperti Advertising  (Iklan dan MediaPlace) & Marketing Tools ( Media Cetak, Oudoor dan Sales Promotion Equipment)

Namun ada beberapa strategi yang sering tidak dilakukan karena program promosi yang kurang detail atau karena keterbatasan dukungan dari Team Marketing Communication.

Untuk mempermudah penjualan properti dengan Deep penetration langsung kepada konsumen disamping cara-cara promosi umum yang sudah dilakukan, ada kiat-kiat efektif yang bisa Anda coba :

1. Pengetahuan Sejarah dan perkembangan lingkungan

Kita  perlu mengetahui sejarah dan perkembangan dari sebuah kawasan, waktu mulai pembangunan kawasan, akses yang sudah ada dan akan dibuat. Blok atau klaster yang ditawarkan pertama, tahap-tahap progress pembangunan. Pembangunan fasilitas yang sudah ada, peningkatan harga dari pengembang dan nilai investasi. sampai mempelajari komunitas yang sudah ada di area tersebut. ini mempengaruhi keinginan untuk bergabung dan rencana-rencana masa depan gaya hidup konsumen itu sendiri.

2.  Kejelasan bentuk Unit

Saat memasarkan produk properti, buatlah gambaran virtual dari unit dengan sangat jelas dan lengkap seperti Artist Impression yang bagus atau maket yang sempurna. bila perlu buatlah Unit contoh atau Show Unit, konsumen akan merasa telah melihat project yang sesungguhnya dan menarik minatnya untuk ingin memiliki.

Banyak kelemahan yang ditimbulkan dari persiapan ini sehingga bisa menurunkan kredibilitas produk maupun developernya.

3.  Memperhitungkan setiap detail kelebihan-kelebihan produk.

Perhatikan hal2 yang penting bagi pelanggan. Harga jual minimal. Akses alternatif terhadap kemacetan lalu lintas. Siapa peminat berikutnya ketika akan dijual kembali, project lain yang sudah ada dan terintegrasi, Arah hadap bangunan, fisik dan pengembangan bangunan yang lebih baik. dan lainnya.
Bila kita sudah memahami hal penting yang sudah ada, perhatikan hal kecil terkait dengan hal itu.

4.  Konsep dan Tema Arsitektur yang memahami konsumen

Setiap konsumen punya impian tersendiri dengan bangunan dan konsep tinggal yang diminatinya.

Tema arsitektur juga berhubungan dengan disain antar ruang dari bangunan, pencahayaan alami dan tambahan, permainan warna yang elegan. Disain antar ruang menjamin kenyamana lalu lintas penghuni dalam berpindah ruangan sehingga penghuni menjadi nyaman untuk menempati. Apabila Tema arsitektur produk sudah terlanjur dikembangkan, Anda bisa mencari poin-poin tambahan lain yang bertujuan memberi kemudahan-kemudahan dan kenyamanan penghuninya.

Dalam mendisain, seorang arsitek berpengalaman juga memperhatikan lingkungan sekitar. Seperti arah matahari, posisi taman dan lain sebagainya

5.   Harga dan Cara bayar yang mudah

Pas, Mudah dan Cepat, Harga yang kompetitif sangat penting, Bentuk dari harga yang kompetitif ini adalah relatifitas dari kondisi dan Treatment yang dipersiapkan dalam pengembangan produk ini. Ada kelebihan-kelebihan tertentu yang akan ditambahkan untuk menempatkan harga yang kompetitif berdasarkan produk yang sudah atau sedang dijual dan bagaimana mekanisme cara bayar yang semudah mungkin yang disesuaikan dengan kemampuan konsumen.

6.  Media Promosi yang disesuaikan dengan kondisi konsumen.

Iklan di koran atau memasang spanduk bukan lagi dianggap pemasaran yang optimal. Anda harus tahu kapan dan di media mana sebaiknya beriklan. iklan di majalah property merupakan media yang cukup baik untuk beriklan. Saat ini media berbasis internet yang bergerak dibidang property juga sudah semakin banyak digunakan untuk pemasaran..

7. Sale on Project Location (Open House)

Sebagian besar konsumen yang sedang berburu properti lebih banyak tertarik untuk mengunjungi lokasi sebuah properti. Bagi mereka, ini sangat penting karena mereka dapat melihat sendiri kenyataan yang ada pada properti yang diminati. Jika harapan mereka terpenuhi, kemungkinan akan terjadi keputusan untuk membeli. Karena itu, trik open house dianggap sebagai salah satu cara untuk membangun kepercayaan antara anda dan konsumen.

8.  Continued Call Progress

Konsumen sebenarnya akan menghargai inisiatif Anda untuk menelpon pada saat yang tepat. Anda akan dinilai propfesional dan punya perhatian padanya. Hampir 90% dari keputusan membeli tidak langsung didapat pada saat yang singkat, tapi melalui Follow Up Customer. ini adalah salah satu Proses yang sangat penting dalam penjualan property.

Bersambung ke Bagian Ke-2

 ====================================

Disalin dari http://klopidea.com/trik-memasarkan-property-yang-akan-disukai-oleh-konsumen/ dengan pengubahan hanya di judul artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *