Potongan Harga Kredit Pelunasan adalah RIBA

Potongan  harga Kredit pelunasan adalah RIBA

Bila potongan harga kredit dicantumkan dalam akad maka hukumnya haram dan termasuk riba. Pelarangan ini di tinjau dari beberapa sisi :potongan kredit

Harga menjadi tidak jelas, sedangkan syarat sah jual-beli harga dan barang harus jelas.

Ketidak jelasan ini diakibatkan pencantuman pemotongan harga. Ketika ditulis dalam akad bahwa harga mobil 230 juta rupiah dg angsuran selama 23 bulan dan jika dilunasi dalam tempo 12 bulan maka diberi potongan 10%. Pada saat akad, pembeli tidak dapat memastikan apakah ia mampu melunasi selama 12 bulan yg berarti harga mobil menjadi 207 juta rupiah atau jika tidak mampu maka harga mobil menjadi 230 juta rupiah.

Ini yg dimaksudkan dengan larangan menjual dua harga, dimana terdapat dua harga dan tidak jelas harga mana yang di sepakati oleh penjual dan pembeli.

Nabi shallahu alaihi wasallam bersabda:

 أَنَّ النَّبِىَّصلى الله عليه وسلمنَهَى عَنْ بَيْعَتَيْنِ فِى بَيْعَةٍ

“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang jual beli dua harga dalam satu jual beli.”

(HR. Malik, At Tirmidzi dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Pencantuman potongan kredit menyebabkan riba.

Hal ini disebabkan jika pembeli memilih untuk melunasi  dalam tempo 12 bulan, berarti harga mobil menjadi  207 juta rupiah. Yang terjadi kemudian ternyata dia tidak mampu melunasinya dalam tempo tersebut sehingga ia terpaksa melunasinya selama 23 bulan dengan harga 230 juta rupiah. Ini sama dengan riba.

Karena ketika ia tidak mampu melunasi utangnya  ia diberi masa tangguh selama 11 bulan dengan bunga yang harus dibayar sebanyak 23 juta rupiah. Ini hakikat riba jahiliyah. “ beri tangguh utangku dan akan aku beri imabalan” [Dr. Sulaiman At Turki, Bai’Taqsith, hal 293].

Refrensi:

Harta Haram Muamalat Kontemporer, cet :ke-13

  1. Erwandi Tarmidzi, MA

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *